Januari 18, 2024

Bersahabat dengan Low Vision

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan bahwa low vision banyak terjadi di seluruh dunia dengan perkiraan prevalensi 3- kali lebih besar dibandingkan dengan kasus kebutaan. Di Indonesia sendiri, 210.000 anak berusia 1-15 tahun di Indonesia mengalami low vision. Namun sayangnya, low vision belum banyak dikenali dan dipahami oleh masyarakat Indonesia walaupun sudah banyak yang mengalami kondisi tersebut.

Salah satu narasumber Dokter Unair TV pada segmen Dokter Edukasi yang ditayangkan pada tanggal 3 Maret 2023, dr. Ria Sandy Daneska, Sp.M(K), menjelaskan bahwa low vision mengganggu sebagian penglihatan manusia, bukan secara total. “low vision tidak dapat disembuhkan dengan cara apapun, namun bisa dimaksimalkan sisa penglihatannya untuk menunjang kehidupannya”, ungkap dr. Ria.

Secara umum, low vision bukan merupakan penyakit yang diturunkan. Ada beberapa penyebab penyakit ini, yaitu pernah adanya luka atau infeksi pada kornea dan lensa mata, ada kelainan retina, juga karena riwayat katarak. Di samping itu, penyakit ini dapat terjadi pada semua kelompok umur, dari lahir hingga lansia.

Perlu Pemeriksaan Khusus

Pemeriksaan tajam penglihatan akan dilakukan pada pasien yang mengeluhkan adanya gangguan penglihatan secara umum. Setelah itu, pasien akan diperiksa jarak baca yang dekat, sensitivitas kontras, jarak lapang pandang, penglihatan warna, sensitivitas terhadap glare (silau), dan penglihatan binokuler (kedua mata). Dengan pemeriksaan ini, dapat ditentukan diagnosa dan penatalaksanaan yang tepat bagi pasien.

Bila merasakan gejala-gejala penurunan penglihatan, maka pasien harus meluangkan waktu untuk menemui dokter spesialis mata karena pemeriksaan low vision memerlukan waktu yang cukup banyak.

“Deteksi sedini mungkin, apabila kita mencurigai anggota keluarga, teman, dan murid kita segera diperiksakan ke dokter spesialis mata terdekat”, ungkap dr. Ria. Hal ini ditujukan untuk mencegah adanya keparahan serta menangani gangguan mata tersebut dengan tepat.

Dokter UNAIR TV merupakan program edukasi dari Fakultas Kedokteran UNAIR yang berkolaborasi dengan RSUD Dr. Soetomo yang aktif membahas topik-topik kesehatan bagi masyarakat. Masyarakat dapat menyaksikan serial ini melalui kanal YouTube Dokter UNAIR TV.