Juni 16, 2023

Bahas Isu RUU Kesehatan di Medical Career Update (MCU)

Medical Career Update (MCU) adalah salah satu program kerja Departemen Pendidikan dan Profesi BEM KM FK UNAIR dengan tujuan memberikan informasi kepada KM FK UNAIR dan masyarakat umum mengenai perkembangan kondisi dan peluang karir di dunia medis saat ini. MCU merupakan acara tahunan BEM KM FK UNAIR yang telah dimulai sejak tahun 2019. MCU 2023 akan diadakan dua kali pada setiap kepengurusan. MCU pertama berisi seminar dan diskusi bersama yang diadakan pada hari Kamis, 1 Juni 2023 secara hybrid. Untuk pelaksanaan offline-nya sendiri diadakan di Kantor IDI Surabaya dan untuk yang online diadakan di Zoom Meeting.

Topik pada MCU kali ini membahas tentang isu yang beredar di masyarakat terkait RUU Kesehatan. Hal yang melatarbelakangi kami untuk memilih topik ini adalah sampai saat ini belum banyak mahasiswa yang menyadari urgensi dari RUU Kesehatan, sedangkan RUU tersebut dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap nasib karir seorang tenaga kesehatan di masa depan bila disahkan. Oleh karena itu, MCU ini menjadi media yang tepat untuk menambah wawasan, perspektif serta kesadaran terhadap isu ini.

Pada MCU pertama ini, kami berkesempatan untuk menghadirkan pemateri-pemateri yang terkenal di kalangan tenaga kesehatan di Indonesia dan pastinya memiliki pengetahuan yang dalam tentang topik pembahasan acara ini. Pemateri pertama adalah Febrian Rizky Arilya. Beliau merupakan mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Selain itu, kami dapat menghadirkan Pak Masbuhin, SH, MM, M.Hum atau yang biasa dikenal dengan panggilan “Cak Buhin.” Beliau merupakan seorang advokat dan corporate lawyer. Lalu pembicara yang terakhir adalah Dr. Mohammad Adib Khumaidi, SP. OT. Beliau merupakan Ketua Umum dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Ketiga pembicara tersebut memaparkan permasalahan yang terdapat pada RUU Kesehatan secara terperinci, berdiskusi dan menjawab beberapa pertanyaan terkait isu tersebut.

Selain itu, kami dapat melaksanakan acara ini secara hybrid, dimana pada acara MCU sebelumnya, acara ini diadakan secara offline saja di Graha BIK-IPTEKDOK. Dengan penyelenggaraan secara hybrid ini, kami dapat mengundang peserta dengan jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan jika acara ini diadakan secara tatap muka saja. Pada MCU ini kami juga membuat video aftermovie, yaitu video yang memuat dokumentasi dari acara MCU ini. Aftermovie dari MCU kali ini akan disajikan dengan menarik dan tidak membosankan juga.

Salah satu hal yang paling menarik selama persiapan acara adalah proses dari penentuan topik seminar & talkshow ini. Awalnya, topik talkshow yang kami tentukan adalah “Kurang Meratanya Tenaga & Fasilitas Kesehatan di Indonesia.” Saat itu kami kesulitan untuk mencari pembicara yang cocok untuk topik ini. Dikarenakan keterbatasan waktu, kami memutuskan untuk mengundang salah satu dokter yang merupakan seorang influencer di Instagram dan merupakan alumni FK UNAIR juga. Setelah kita menjelaskan tentang acara MCU ini dan menanyakan kesediaan beliau untuk menjadi pembicara, beliau tidak bersedia. Hal tersebut terjadi karena topik tersebut berada di luar keahlian beliau. Namun beliau mengatakan kepada kami, “Kenapa tidak membahas tentang RUU Kesehatan saja? Toh, hal tersebut juga penting bagi masa depan kesehatan negara ini.” Dari kata-kata tersebut kami kemudian berdiskusi dan akhirnya memutuskan untuk menentukan topik tersebut menjadi topik acara ini.

Masalah yang kami hadapi adalah perubahan tanggal acara. Awalnya kami berencana untuk mengadakan acara ini pada tanggal 24 Juni 2023, namun dari pembicara yang kita undang menyarankan untuk memajukan tanggalnya menjadi 1 Juni 2023. Hal tersebut dikarenakan topik yang kita ambil kurang ideal apabila acara ini dilaksanakan di tanggal yang kami tentukan pada rencana awal. Ketika keputusan tersebut dibuat, kami mengalami kesulitan karena harus mempersiapkan acara ini dalam waktu 1 minggu saja. Namun setelah beberapa hari, seluruh panitia mampu beradaptasi dengan situasi yang terjadi. Untungnya, acara ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan.

Hasil dan pencapaian baru yang kami dapatkan dari penyelenggaraan MCU yang pertama dalam kepengurusan kali ini adalah kami dapat melampaui indikator keberhasilan dari acara ini. Indikator yang kami tentukan pada MCU kali ini adalah jumlah peserta mencapai 100 orang serta kehadiran panitia dalam acara mencapai 70% dari jumlah total panitia. Hasilnya, jumlah peserta yang hadir dalam acara MCU kali ini adalah sebanyak 110 peserta yang hadir secara online via Zoom Meeting dan di venue acara. Untuk kehadiran panitia adalah sebanyak 72 orang, dimana angka tersebut merupakan lebih dari 70% dari jumlah total panitia, yaitu sebanyak 95 orang. Pencapaian lain yang kami peroleh adalah pertama kalinya acara MCU diadakan secara Hybrid.

Akhir kata, Semoga pada MCU selanjutnya, seluruh masalah atau hambatan yang kami alami selama persiapan maupun hari H acara tidak terulang kembali. Seluruh evaluasi yang disampaikan panitia dari masing-masing divisi harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Selain itu, semoga kita dan penerus dari acara MCU ini nanti bisa terus menginovasikan hal-hal baru yang nantinya akan diterapkan, sehingga program kerja ini dapat terus maju dan berkembang untuk kedepannya.

Penulis : Alfairus Harel (Kedokteran 2022) sebagai Ketua Pelaksana MCU