Desember 29, 2022

Atasi Kurangnya Dokter Spesialis, FK UNAIR Tawarkan 2 Opsi ke Kemenkes

Jumlah dokter spesialis yang masih kurang menjadi masalah tersendiri bagi dunia kesehatan di Indonesia. Kondisi ini makin diperberat dengan distribusi dokter yang kurang maksimal di wilayah Indonesia.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan berbagai upaya cepat, salah satunya mendorong pendidikan dokter berbasis RS atau hospital based. Namun terkait hal ini sejumlah rumah sakit pendidikan di Indonesia dinilai masih belum siap menjalankannya.

“Secara regulasi kita masih terkendala. Kami bukan tidak mendukung, tapi kami melihat kondisi rumah sakit pendidikan ini masih belum siap melaksanakan proses pendidikan spesialis,” ujar Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs.F.E.R., usai pelantikan dokter spesialis 1 dan dokter spesialis 2, Selasa (27/12).

Oleh sebab itu, lanjut Prof Budi, pihaknya menawarkan program pendidikan spesialis dengan tetap berbasis pada universitas (university base), hanya saja kuotanya diperbanyak dengan melibatkan rumah sakit-rumah sakit satelit.

“Sehingga adik-adik yang sedang menempuh pendidikan spesialis di rumah sakit satelit lebih banyak lagi dan lebih lama. Tawaran kedua, kami berencana menambah kuota terutama kiriman (beasiswa) dari daerah. Kiriman dari provinsi, dari kabupaten yang kekurangan dokter spesialis. Sehingga diharapkan begitu spesialis lulus bisa mengabdi di daerah yang mengirimnya,” jelas Prof Budi.

“Ini mungkin konsep yang akan dikembangkan oleh FK UNAIR dalam waktu dekat. Dan kita siap untuk melaksanakannya,” sambungnya.

Untuk merealisasikannya, kata Prof Budi, rektor UNAIR berencana untuk mengundang para pemimpin daerah terutama dari wilayah Indonesia timur.

“Untuk membuat perjanjian, begitu pendidikan spesialis selesai kita selesaikan ke Pemprov/Pemkab,” tandasnya.

Sementara itu pelantikan dokter spesialis 1 dan dokter spesialis 2 UNAIR hari ini diikuti 82 orang, 4 di antaranya merupakan subspesialis (dokter spesialis 2). (ISM)