Januari 11, 2022

Alasan Varian Omicron Mudah Menular, Begini Kata Pakar FK UNAIR

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Omicron, Varian baru COVID-19 yang berasal dari Afrika ini menular jauh lebih cepat dari Varian Delta. Apa penyebabnya? Pakar Imunnologi FK UNAIR, Dr. Gatot Soegiarto, dr.Sp.PD-KAI, FINASIM memaparkan alasannya.

Varian yang juga disebut sebagai varian B.1.1.529 menyebar lebih cepat karena memiliki 32 jenis mutasi pada protein spikenya. Seperti diketahui, protein spike digunakan virus corona untuk menempel ke sel manusia.

Ketika virus sudah menempel ke sel manusia (reseptor,Red). virus akan melepaskan materi genetik. Kemudian berikatan dan mulai mereplikasi diri, yang kemudian meledak dan menyebarkan virus ke sel lain.

“Ini yang menyebabkan varian ini lebih mudah menular. Bisa dibuktikan di Afrika, proses persebarannya sangat cepat,” terangnya.

Sebagai perbandingan, Varian delta hanya memiliki 7 jenis mutasi dalam sel spikenya. Sehingga tidak mengherankan Omicron 5 kali lebih mudah menyebar dibandingkan dengan varian delta. Karenanya, ia menyarankan agar pemerintah memperkuat testing dan tracing. Sehingga persebaran dari varian ini bisa segera dikendalikan.

Update per 9 Januari, saat ini di Indonesia sudah ada 407 Omicron di Jakarta. Di Surabaya sendiri saat ini ada dua pasien omicron di Surabaya. Pasien tersebut dinyatakan positif sekembalinya dari Bali. setelah diketahui dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) di Institute Tropical Disease (ITD) UNAIR, 2 Januari 2022.

Sedangkan satu kasus positif RT-PCR yang merupakan kontak erat pasien Omicron masih berstatus probable Omicron. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan S-Gene Target Failure (SGTF) yang keluar pada 4 Januari 2022.

Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UNAIR ini menambahkan,, pembatasan WNA dari beberapa negara menjadi upaya yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kasus ini. Karenanya, ia mengapresiasi upaya pemerintah yang membatasi WNI dari 14 negara.

Diantaranya Afrika Selatan, Botswana, Norwegia dan Perancis, serta negara yang letak geografisnya berdekatan dengan negara tersebut yakni Angola, Xambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, Lesotho.
Termasuk juga negara dengan jumlah kasus Omicron lebih dari 10.000 kasus yakni Inggris dan Denmark. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *