Januari 12, 2022

Alasan Tingkat Keparahan Omicron Lebih Rendah Dari Delta dan Pentingnya Vaksin Booster

ilustrasi : news.detik.com

Derajat keparahan COVID-19 Varian Omicron lebih rendah dibandingkan dengan Varian Delta. Hal ini disebabkan lokasi infeksi virus yang berbeda. Ini disampaikan oleh Pakar Imunologi Fakultas Kedokteran UNAIR, FK UNAIR, Dr. Gatot Soegiarto, dr.Sp.PD-KAI, FINASIM.

Pada kasus COVID-19 Varian Delta, virus langsung menyerang pada paru-paru. Berbeda dengan Varian Omicron yang lebih banyak menyerang saluran pernapasan bagian atas. Yakni di hidung dan tenggorokan.

Namun Dokter Gatot berpesan bahwa kita tetap tidak boleh lengah. Hal ini karena virus ini kebal terhadap vaksinasi. Bukan hanya itu, virus ini juga tetap bisa menjangkit pasien yang sudah pernah mengalami COVID-19.

“Varian ini bisa meloloskan diri dari pertahanan tubuh pasien yang sudah menjalani vaksinasi 2 kali Bahkan orang yang sudah pernah sembuh dari COVID-19 juga masih bisa terpapar,” terangnya.

Untuk gejala sendiri, Dokter Gatot menyebut varian ini tidak menunjukkan gejala yang berat. Bahkan bisa dikatakan seperti flu biasa. Antara lain kelelahan yang luar biasa, nyeri kepala dan hidung berair. Tidak ada gejala anosmia maupun dipepsia seperti varian sebelumnya.

Di beberapa negara yang tinggi kasus Omicron menunjukkan, varian ini lebih banyak menjangkit pasien usia muda dari 30 hingga usia 40 tahun dibandingkan dengan pasien berusia lanjut.

Kendati demikian, belum ada studi yang spesifik apakah varian Omicron bisa menyebabkan gejala berat pada pasien dengan komorbid.

Vaksin booster, lanjut Dokter Gatot bisa membantu menghambat penularan varian ini. Sehingga jika memungkinkan, dipersilahkan untuk mendapatkan vaksin booster. Di beberapa negara di Eropa menerapkan vaksin booster untuk melindungi negaranya dari varian baru ini. Studi menunjukkan, vaksinasi moderna sebanyak tiga kali terbukti mengurangi resiko paparan COVID-19 Varian Omicron ini.

“Bahkan di Israel, pemerintahnya memberlakukan suntikan vaksin ke 4 untuk menangkal varian baru,” tambahnya.

Menaati protocol kesehatan tetap menjadi cara yang evektif agar terhindar dari paparan COVID-19, termasuk Omicron ini. Diantaranya rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker dan membatasi mobilitas.

“Dan yang perlu diperhatikan adalah hindari makan bersama. Karena persebaran varian ini 5 kali lebih cepat dibandingkan dengan Varian Delta, makan bersama sangat memungkinkan terjadinya transmisi,” terangnya. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *