Juli 30, 2022

Ahli Penyakit Mata FK Unair Beber Penyakit Kelopak Mata di Dokter Unair TV

SURABAYA – Berbagai macam penyakit pada kelopak mata seringkali disepelekan  masyarakat. Padahal kelopak mata memiliki fungsi vital sebagai pelindung utama bola mata. Sehingga kesehatannya pun perlu diperhatikan.

Dalam tayangan Youtube Channel DokterUnairTV, 29 Juli 2022, dokter FK Unair, dr Ratna Doemilah, SpM(K) membahas tema”Tanya Jawab Seputar Penyakit Kelopak Mata” mengatakan pentingnya menjaga kesehatan kelopak mata.

Pasalnya kelopak mata memiliki fungsi yang amat penting bagi seseorang. Jika terdapat kelainan pada kelopak mata sebaiknya bisa segera menemui dokter spesialis mata untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Dr Ratna menjabarkan berbagai macam jenis kelainan penyakit pada kelopak mata. “Ada kelainan anatomis, bentuk, dan fungsi,” ucapnya. Menurut dr Ratna, kelainan-kelainan tersebut ada yang merupakan kelainan bawaan sejak lahir dan ada pula akibat infeksi atau disebabkan adanya faktor eksternal.

“Kolobama, misalnya. Kelainan bawaan sejak lahir seperti ini mengganggu fungsi ocular service,” tuturnya.

Ada pula infeksi kelopak mata yang disebabkan faktor lain. Bisa karena debu atau akibat alergi suatu zat yang menyebabkan kelopak mata menjadi bintitan. “Penyakit-penyakit kelopak mata ini tidak semuanya membahayakan. Tapi wajib selalu diwaspadai apalagi kalau ada benjolan,” dr Ratna mengingatkan.

Benjolan yang dimaksud adalah benjolan serupa tahi lalat yang tidak semestinya dan kerap membesar secara cepat. Jika benjolan ini dibiarkan maka bisa menjadi tumor ganas yang masuk ke selaput mata. “Nah, kalau kayak gini sudah pasti bola matanya harus diangkat. Kelopak matanya jelas hilang. Tinggal tengkoraknya,” tuturnya.

Agar tidak terlambat didiagnosis, dirinya pun meminta agar masyarakat lebih aware terhadap penyakit yang ada pada kelopak mata.

Staf pengajar di Departemen Ilmu Penyakit Mata FK Unair ini menjelaskan sekarang banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kelopak mata. Misalnya mencegah terjadinya faktor risiko pada pasien dengan riwayat alergi agar tidak mengalami infeksi. Namun ada pula penyakit pada kelopak mata yang tidak bisa dicegah.

“Katakanlah karena aging process. Penuaan. Ya, bisa diberi filler. Tapi, kan, harus hati-hati, karena khawatirnya malah jadi lebih membahayakan kelopak mata keseluruhan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *