November 27, 2021

Adakan 108 Baksos, FK UNAIR dan Alumni Peduli Difabel, Siap Renovasi Kolam Hidroterapi YPAC Surabaya

Fakultas Kedokteran UNAIR (FK UNAIR) merenovasi kolam hidroterapi di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya. Ini dilakukan dalam rangka memperingati Dies Natalis UNAIR yang Ke-67 dan Pendidikan Dokter di Surabaya yang Ke-108. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Sabtu (27/11) di YPAC Surabaya.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp. OG(K) menuturkan, bantuan ini diberikan untuk memperbaiki fasilitas hidroterapi (terapi air,Red) di YPAC Surabaya. Sebenarnya kolam untuk fisioterapi di YPAC Surabaya sudah ada. Hanya saja perlu perbaikan.

“Kami awalnya berdiskusi, akan kami apakan dana bantuan ini. Dan dari pihak yayasan mengarahkan untuk melakukan renovasi karena anak-anaknya semakin besar. Jadi butuh kolam yang lebih tinggi,” terangnya ditemui seusai acara.

Kolam hidroterapi ini biasanya digunakan untuk anak cacat yang memiliki keterbatasan berjalan untuk melatih kelenturan otot mereka. Kolam hidroterapi ini juga bisa dimanfaatkan untuk pasien-pasien stroke.

Ketua Umum Dies Natalies FK UNAIR Ke 108, Edwin Danardono, dr., Sp.B-KBD
menambahkan, kegiatan pengmas dalam rangka Dies Natalies FK UNAIR tidak hanya terselenggara di YPAC Surabaya. Namun secara keseluruhan akan ada 108 kegiatan pengmas serupa dengan sasaran difabel yang dilakukan oleh alumni yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia.

“Tema pengabdian masyarakat Dies Natalis FK UNAIR yang ke 108 ini adalah sahabat difabel. Tema ini diambil sebagai bentuk kepedulian FK UNAIR kepada komunitas difabel yang rupanya baru kita tahu ada banyak di Indonesia. Dan mereka juga tidak luput dari dampak pandemi,” tambahnya.

Dari panitia pusat sendiri akan mengadakan dua kegiatan besar. Yakni YPAC Surabaya dan Banyuwangi.

“Untuk YPAC di Banyuwangi nanti kami fokuskan ke anak-anak tuna rungu.” tambahnya.

Selain dua pengmas besar ini, alumni dari berbagai daerah di Indonesia juga melakukan kegiatan serupa kepada komunitas difabel. Mulai paling barat di Pemantang Siantar dan paling timur Jayapura.

“Total angkatan yang mengikuti kegiatan ini adalah 53 angkatan dari Angkatan 1967 hingga 2015. Dan pengmas serempak ini akan berjalan selama dua minggu ke depan,” ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development UNAIR, Prof. Dr. Ni Nyoman Puspaningsih, Msi mengapresiasi pengmas ini.

“Kami berharap fakultas-fakultas lain di UNAIR dalam Dies yg ke-67 ini juga melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan FK UNAIR. Kami berharap ada kerjasama yang lebih luas, karena anak-anak difabel ini kan juga generasi ke depan yang tidak boleh kami lupakan,” tambahnya.

Hal yang sama juga disebutkan oleh Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Dr. Alwi, M.Hum, “Kegiatan kemanusiaan yang sasarannya kaum difabel itu sangat tepat. Karena mereka orang-orang yang tidak bisa mandiri tanpa adanya pendamping dan pemandu baik berupa manusia maupun alat,” terangnya.

Ia menambahkan, rangkaian pengmas yang dilakukam FK UNAIR ini sejalan dengan program yang dijalankan Provinsi Jawa Timur yang dalam satu minggu lagi akan memperingati hari disabilitas, “Semoga ini bisa jadi pancingan untuk diikuti yang lain. Bukan hanya dari keluarga besar UNAIR, tapi juga dari keluarga besar bangsa,” ungkapnya.

Terakhir, Ketua Umum YPAC Surabaya, Wiwik Teddy Ontoseno menuturkan, YPAC memang sangat membutuhkan perhatian dari masyarakat terutama untuk pembangunan sarana prasarana. Karena dari situlah sumber dana agar bisa bergerak. Sehingga ia berterima kasih kepada FK UNAIR yang mau menginisiasi gerakan ini. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *