Bioetika dan Humaniora Kesehatan

Bioetika dan Humaniora Kesehatan

Caption For the Image

PIMPINAN DI UNIT BIOETIKA DAN HUMANIORA KESEHATAN AKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Ketua Unit Bioetika dan Humaniora Kesehatan

Prof. Dr. Erry Gumilar D, dr.,Sp.OG (K)

Ketua Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK)

Prof. Dr. Eddy Bagus Wasito, dr., MS.,Sp.MK(K)

Ketua Dewan Etika

Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS., Sp.MK(K)

okter dan/atau pekerjaan kedokteran bukan sekedar pekerjaan tetapi suatu profesi, yakni suatu specialized body of khowledge and skill, yang untuk memperolehnya diperlukan pendidikan tertentu, dan pekerjaan profesi tersebut diperlukan oleh masyarakat serta tidak dapat dilakukan oleh kelompok lain, oleh karena itu suatu kelompok profesi harus dihimpun di dalam suatu kode etik yang disepakati (Grolier International Dictionary).
Etika, disebut juga filsafat moral, sangat erat kaitannya dengan profesi kedokteran. Etika kedokteran yang berkembang sejak Hippocrates, adalah etika terapan, yakni penerapan nilai–nilai etik pada perilaku profesi medik.
Perhatian utama Etika Kedokteran terutama ditujukan kepada kewajiban dokter terhadap pasien, dan keluarga, teman sejawat dan masyarakat. Pemahaman filsafat moral dalam penyelesaian masalah atau isu–isu etik dakan kedokteran sangat penting sebagai laiknya fisiologi, biokimia, anatomi dalam kedokteran klinik. Semua dokter akan dihadapkan pada masalah dalam diskusi dengan pasien dan sejawat tentang pandangannya mengenai isu–isu tertentu, misalnya tentang kondisi terminal, resusitasi, penetapan suatu tindakan medik dan lain–lain.
Etika kedokteran terus berkembang sejalan dengan kemajuan/keberhasilan teknologi biomedik. Bedah jantung, transplantasi organ, resusitasi kardiopulmonal, penggunaan respirator, IVF (bayi tabung) dll, selain memberikan sumbangan bagi penyelesaian berbagai masalah kedokteran, tetapi juga menyisakan masalah–masalah etik yang sangat pelik.
Dokter juga harus terlibat dalam riset, baik riset biomedik maupun riset kesehatan. Prinsip dasar etika penelitian sangat diperlukan bagi calon peneliti dan sangat diharapkan hasil penelitian yang sahih, bermanfaat tanpa merendahkan martabat subjek penelitian. Akhir–akhir ini berkembang riset menyangkut sel, baik sel somatic maupun germ cell, penyimpanan jaringan, sel, serta identitias genetic yang terkandung didalamnya.
Timbulnya masalah–masalah baru tersebut menyebabkan etika kedokteran tidak lagi mampu menampung isu–isu etik yang ditimbulkan. Maka diciptakan istilah baru, yakni bioetika, yang pada umumnya diartikan tidak lagi sebagai ethics of bioetechnology tetapi ethics of the life sciences, dimana life sciences meliputi tidak saja kedokteran dan biologi tetapi juga praktek–praktek kedokteran dan termasuk pula kebijakan/keputusan kesehatan, politis, kelembagaan, ekonomi, serta lingkungan hidup.
Masalah–masalah etik sering berkaitan dengan masalah hukum. Para mahasiswa perlu mendapatkan pengetahuan tentang sistem hukum, keterampilan dalam memperoleh persetujuan tindak kedokteran, menjaga rahasia, dan penanganan ketidak puasan atau tuntutan, serta peran Konsil Kedokteran, Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran, Kolegium Profesi Kedokteran. Perlu pula dikembangkan kesadaran terhadap isu–isu etiko–legal sehingga mampu berkomunikasi dengan pasien, keluarga pasien, sejawat, pimpinan rumah sakit dan lain–lain secara efisien namun etis.
Para mahasiswa perlu juga mendapatkan wawasan tentang hubungan antara agama dan bioetika. Melecehkan sesuatu agama, dapat diartikan melanggar satu nilai dasar dari bioetika yakni do no harm (non maleficence).
Mahasiswa juga tidak boleh dibiarkan asik dengan metode, konsep, serta nilai–nilai barat dalam bioetika, tetapi juga diperkenalkan aplikasi Pancasila dalam pemecahan isu bioetika.
Secara ringkas bioetika adalah bidang kajian multidisiplin yang dinamis berkembang dari etika kedokteran menjadi etika bioteknologi, dan terakhir menjadi etika dari ilmu – ilmu kehidupan, ethics of life sciences dimana life sciences meliputi praktek kedokteran, biologi serta pengambilan keputusan yang terkait dengannya baik secara organisasi maupun ekonomi (Homeren G, 2002). Dengan bioetika diharapkan mahasiswa memperoleh: pengetahuan tentang konsep – konsep etika, metoda/teori etika, dan panduan etik yang relevan; keterampilan analitis: mengidentifikasi dan menganalisa masalah – masalah etik; sikap/attitude dengan menggunakan role playing dan brain storming, dan bertemu dan berdiskusi dengan berbagai pendapat, perspektif, serta pengalaman; selanjutnya akan diperoleh sikap toleransi, berani mengemukakan pendapat tetapi tidak ingin menang sendiri.

STRUKTUR UNIT BIOETIKA DAN HUMANIORA KESEHATAN

Unit Bioetika dan Humaniora Kesehatan FK Unair, tidak hanya memberikan pembelajaran etika pada mahasiswa kedokteran FK Unair saja, tetapi juga di:

  • D3 Pengobatan Tradisional (BATTRA)

  • D3 Radiologi

  • D3 Fisioterapi

  • S1 Reguler (semester 1 dan semester 4)

  • S1 Kelas Internasional (semester 1 dan semester 2)

  • MKDU (semester 1 dan semester 2)

  • PPDGS FKG Unair

  • Magister Resproduksi

  • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga

  • Magister Pengelolaan Bencana

 

SUSUNAN PENGURUS UNIT BIOETIKA DAN HUMANIORA KESEHATAN FK UNAIR PERIODE 2016-2020

 Pembina              :

  1. Prof. M. Sajid Darmadipura, dr., SpS, SpBS

  2. Prof. Hermien Hadiati Koeswadji, SH

  3. Prof. Dr. H.M.S. Wiyadi, dr, Sp.THT

  4. Prof. Jusuf Barakbah, dr., SpKK(K)

  5. Prof. Moersintowarti B. Narendra, dr, MSc ,Sp.A(K)

  6. Prof. Hari Sukanto, dr, Sp.KK(K)

 

Ketua                  : Prof. Dr. Erry Gumilar D., dr., Sp.OG(K)

Sekretaris            : Pirlina Umiastuti, dr., M.Kes

Anggota               :

  1.  Prof. Dr. Muhammad Amin, dr., SpP(K)

  2. Prof. M. Sjaifuddin Noer, dr., Sp.B.,Sp.BP-RE(K)

  3. Prof. Heru Santoso, dr., SpOG(K)

  4. Prof. Dr. Doddy M. Soebadi, dr, Sp.B, Sp.U(K)

  5. Prof. Dr. H. Eddy Bagus Wasito, dr, MS.,Sp.MK(K)

  6. Prof. Retno Handajani, dr., MS, PhD

  7. Siti Pariani, dr., MS.,MSc, PhD

  8. Dr. Elyana Asnar STP. dr, MS

  9. Dr. Rina Yudiwati, dr., MS

  10. Sukmawati Basuki, dr, MSc

  11. Dr. Elizeus Hanindito, dr, Sp.An.K.IC., KAP.

  12. R. Moch. Wirono Aman Santoso, dr, MS

  13. Dr. Anggraini Dwi Sensusiati, dr., Sp.Rad(K)

  14. Dr. Gatot Soegiarto., dr., Sp.PD., K-AI.,FINASIM

  15. I.Gst.Ngurah Gunadi Sindhu Putra, dr., SpKJ

  16. Roostantia Indrawati, dr., M.Kes, AFK

  17. Prof. Dr. Usman Hadi, dr., Ph.D., Sp.PD., K-PTI., FINASIM

  18. Nily Sulistyorini, dr., Sp.F

  19. H. Edi Suyanto, dr., Sp.F., SH.,MH.Kes.

  20. Numawati Fatimah, dr., M.Si

  21. Dr. Nurwasis, dr., Sp.M(K)

  22. Arni Kusuma Dewi, dr., M.Si

  23. Dr. Reny I’tishom, M.Si.

  24. Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes.

  25. Prof. Dr. Iswan A. Nusi, Sp.PD.,K-GEH, FINASIM

  26. Prof. Dr. Hanafi Muljohardjono, dr., Sp.KJ (K)

  27. Paulus Budiono, dr.,Sp.PK

  28. Nurina Hasanatuludhhiyah, dr., M.Si

  29. Prof. Dr. Nancy Margarita Rehatta, dr.,Sp.An.KIC.,KNA.,KMN

  30. Arijanto Jonosewojo, dr., Sp.PD., FINASIM

Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) FK UNAIR

Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga adalah bagian dari FK Unair, melaksanakan tugas secara independen, bebas dari pengaruh manapun, termasuk tekanan politik, lembaga, profesi, industri atau pasar. FK Unair sebagai lembaga dimana KEPK FK Unair terkait dengannya menyediakan segala bentuk dukungan yang diperlukan untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Jadi KEPK FK Unair berada diluar struktur FK dalam menjalankan fungsinya. Hal ini untuk menjamin independensinya.

STRUKTUR ORGANISASI KOMITE ETIK KESEHATAN PENELITIAN (KEPK) FK UNAIR 

SUSUNAN PENGURUS KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN (KEPK) FK UNAIR PERIODE 2016-2020

Ketua : Prof. Dr. H. Eddy Bagus Wasito, dr, MS, Sp.MK

Wakil Ketua : Prof. Dr. Indri Safitri Mukono, dr., MS

Sekretaris : Dr. Hermanto Tri Joewono, dr., Sp.OG (K)

Anggota :

1. Prof. Dr. Aryati, dr., MS., Sp.PK (K)

2. Prof. Dr. Anwar Ma’ruf, drh., M.Kes

3. R. Mochamad Wirono Aman Santoso, dr., M.S. (K)

4. Dr. Rina Judiwati, dr., MS

5. Dr. Reny I’tishom, M.Si

6. Dr. Nurwasis, dr., Sp.M (K)

7. Dr. Afif Nurul Hidayati, dr., Sp.KK

SYARAT PENGURUSAN ETICHAL CLEARANCE / KELAIKAN ETIK FK UNAIR : – D3 DAN S1 : 1. Membawa 2 (dua) Proposal yang sudah dijilid rapi dan sudah ada lembar pengesahan (sampul berwarna hijau) 2. Membawa surat permohonan Kelaikan Etik dari Pimpinan Departemen atau Fakultas Masing-masing 3. Membawa Lembar Isian yang sudah diisi (Fom Ada di Bawah) -S2, S3, PPDS, DOSEN, RISBIN, SPONSOR : 1. Membawa 3 (tiga) Proposal yang sudah dijilid rapi dan sudah ada lembar pengesahan (sampul “KECUALI” berwarna hijau) 2. Membawa surat permohonan Kelaikan Etik dari Pimpinan Departemen atau Fakultas Masing-masing 3. Membawa Lembar Isian yang sudah diisi (Fom Ada di Bawah)

Lembar Isian Untuk Pengurusan Etik : LEMBAR ISIAN MAHASISWA

Contoh Format Information Form Consent dan Informed Consent : Contoh Format Inform dan informed consent

Dewan Etika Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Tugas lain yang ada di Unit Bioetik dan Humaniora Kesehatan dengan Merujuk pada SK Rektor Nomor 395/UN3/2016 tugas Dewan Etika Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga adalah mengkaji dan mengevaluasi serta memberikan usulan solusi atas permasalahan etik yang ada di Fakultas Kedokteran UNAIR ditujukan kepada Dekan.

 

Struktur Organisasi Dewan Etika

 

SUSUNAN PENGURUS DEWAN ETIKA FAKULTAS KEDOKTERAN PERIODE 2015-2020

 

Ketua                    :

Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS., Sp.MK(K)

 

Sekretaris Merangkap Anggota :

Prof. Usman Hadi, dr., Ph.D., Sp.PD.,K-PTI.,FINASIM

 

Anggota               :

Prof. Dr. Indri Safitri Mukono, dr., MS

 

 

Ethics Teachers’ Training Course of UNESCO

24-29 April 2017

[embeddoc url=”http://fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/proposal-Ethics-Teachers’-Training-Course-of-UNESCO.doc” download=”all” viewer=”microsoft”]

WORLD BIOETHICS DAY 2016

19 Oktober 2016

[embeddoc url=”http://fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/WBD.docx” download=”all” viewer=”microsoft”]

American College of Legal Medicine 57th Annual Meeting, Bally's, Las Vegas, Nevada, USA 2017

Health Care Reform III 2017 – An International Perspective: What Works and What Doesn’t – A Roundtable Discussion from All Continents From left to right Indonesia: Pirlina Umiastuti, MD, MPH USA: Eduardo Dantas, MD Taiwan: Bill Tham, DDS, JD, FCLM Brazil: Washington Fonseca, JD Australia: Roy Beran, MD, JD, Neuro Surgeon Canada: Ken Berger, MD, JD, FCLM and Adam McLaughlin, JD, New Zealand: Prof. Kate Diesfeld Portugal: Alexandre LD Pereira Nigeria: Laulu Osanyin, JD

20th World Congress for Medical Law, Nusa Dua, Bali, Indonesia 2014

https://www.youtube.com/watch?v=lVYWWpQKCWw Pirlina Umiastuti – Perspectives and Practices of the Right to Life and the Right to Die in the End of Life in Indonesia

21st World Congress for Medical Law, Vila Gale, Coimbra, Portugal 2015

https://www.youtube.com/watch?v=1U2pKs9xsVI

 

Pirlina Umiastuti – The End of Life of Chronically Ill Elderly People in Indonesia from the Islamic View.

American College of Legal Medicine 57th Annual Meeting, Bally's, Las Vegas, Nevada, USA 2017

Health Care Reform III 2017 – An International Perspective: What Works and What Doesn’t – A Roundtable Discussion from All Continents From left to right Indonesia: Pirlina Umiastuti, MD, MPH USA: Eduardo Dantas, MD Taiwan: Bill Tham, DDS, JD, FCLM Brazil: Washington Fonseca, JD Australia: Roy Beran, MD, JD, Neuro Surgeon Canada: Ken Berger, MD, JD, FCLM and Adam McLaughlin, JD, New Zealand: Prof. Kate Diesfeld Portugal: Alexandre LD Pereira Nigeria: Laulu Osanyin, JD

X